Gantikan Premium, Pertalite Sudah Siap Dipasarkan

Gantikan Premium, Pertalite Sudah Siap Dipasarkan

Gantikan Premium, Pertalite Sudah Siap Dipasarkan BBM Pertalite segera menggantikan bensin di Indonesia. Dalam waktu dekat atau agak mungkin 2015 kemudian PT Pertamina sebagai bahan bakar manajer di Indonesia akan menghilangkan premi atau biasa jenis bahan bakar yang disebut bensin.

Rencana berubah menjadi cukup lama sudah dirancang oleh Pertamina dan sudah diberitahu kepada pengusaha SPBU. Dilaporkan mulai bulan depan semua FILLING Station di kota besar akan memakai bahan bakar baru yang disebut Pertalite dan menyasar juga akan secara bertahap untuk semua stasiun GAS di dalam negeri.

Ahmad Bambang sebagai Direktur Marketing Pertamina menjelaskan bahwa bahan bakar Pertalite memiliki kualitas yang lebih baik daripada bensin karena RON 91, tetapi harga akan memastikan lebih murah daripada Pertamax RON 92. Meskipun memiliki harga yang lebih tinggi tetapi pasti dapat membuat kualitas mesin untuk menjadi lebih baik dan bersih sehingga setiap masyarakat pemilik kendaraan juga bisa merasakan kenyamanan yang lebih baik.

Sementara itu menurut Eri Purnomohadi sebagai Ketua Asosiasi kewirausahaan Nasional minyak dan Gas (migas pameran Hiswana) mengatakan setelah beberapa kali melakukan diskusi akhirnya Pertamina siap untuk pasar Pertalite dilaporkan akan memiliki oktan berkisar antara 90-91. Dengan begitu banyak hal lain akan lebih murah daripada pertamax tetapi memiliki kualitas yang tidak jauh berbeda.

Motor Engine Cleaning Tips menggunakan Pertamax

Namun dikhawatirkan dengan adanya harga bahan bakar baru yang lebih mahal ini akan membuat mobil atau motor penjualan di negara jatuh kembali. Itu dinyatakan oleh Ketua dari komersial Asosiasi dari Indonesia motor industri (AISI) yang merupakan Sabi Kumala yang dampak harga baru membuat minat masyarakat untuk membeli motor menjadi semakin berkurang karena itu secara otomatis pokok harga yang juga meningkat setelah harga bahan bakar. Saat ini bahan bakar bensin dijual sebesar Rp 7.400 sementara harga Pertalite kemudian akan lebih mahal karena oktan juga lebih tinggi.

Sabi menambahkan namun sangat sensitif setelah masyarakat Indonesia ketika datang ke harga BBM, seperti saat ini harga BBM yang akan naik dan turun dalam tiga bulan itu telah membuat kepanikan masyarakat yang secara langsung mempengaruhi sektor ekonomi, termasuk di bidang otomotif. Itu juga dinyatakan oleh Thomas Wijaya sebagai General Manager penjualan Divisi PT Astra Honda Motor yang dengan peningkatan harga bahan bakar pasti telah membuat sebuah komunitas yang kemudian menghabiskan membengkak sehingga kesempatan untuk membeli kendaraan baru harus dikurangi.

Tapi plus samping adalah mesin kendaraan menjadi lebih terjaga karena memiliki kualitas bahan bakar lebih baik. Selain motor-motor keluaran terbaru sudah menggunakan kompresi untuk spesifikasi tinggi dan bahwa berarti harus diletakkan pada bahan bakar beroktan tinggi pula. Tidak hanya itu hanya Pertalite akan memiliki dilaporkan tingkat efisiensi yang lebih baik sehingga tidak langsung membantu mengurangi konsumen menghabiskan namun tergantung juga dengan tipe kendaraan yang mereka miliki.

Sayangnya masyarakat tampaknya masih ada banyak kontra dalam menanggapi rencana Pertamina, sebagian besar pemilik memilih bahan bakar sangat murah untuk digunakan bahkan meskipun mereka sadar kualitas bensin bahan bakar kurang begitu baik. Sedangkan di negara-negara lain dengan 88 oktan bahan bakar tidak tersedia sekali dan itu membuat Indonesia sebuah negara yang tertinggal dibandingkan dengan tetangga seperti Malaysia, Thailand dan Singapura bahkan. Tapi sejauh Pertamina belum untuk memberitahukan tentang bagaimana harga diperkirakan akan ditawarkan untuk BBM pertalite, kami hanya menunggu untuk perkembangan lebih lanjut dari kebijakan baru dari pemerintah.

Share this post